Posted by: adheardhie | August 27, 2011

Alasan Muhammadiyah Memilih Hisab

Perayaan Idul Fitri tahun ini berpotensi tidak serempak antarpenganut organisasi kemasyarakatan Islam Indonesia. Ada kemungkinan terjadi perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1432 Hijriah.
Alasan Muhammadiyah Memilih Hisab

Perayaan Idul Fitri tahun ini berpotensi tidak serempak antarpenganut organisasi kemasyarakatan Islam Indonesia. Ada kemungkinan terjadi perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1432 Hijriah.

Sejauh ini perbedaan yang paling kerap muncul adalah di antara dua Ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Pasalnya, Muhammadiyah memakai metode hisab dengan pendekatan wujudul hilal, sementara NU menggunakan metode rukyat dengan pendekatan imkanu rukyat dalam menentukan masuknya bulan Qamariah.


Uniknya kedua Ormas tersebut sama-sama merujuk pada hadits Rasululllah yang sama yaitu “Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah (idul fitri) karena melihat hilal pula. Jika bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Sya’ban tigapuluh hari.” (HR Al Bukhari dan Muslim).


Secara literal Rasulullah SAW sangat jelas memerintahkan penggunaan rukyat. Namun menurut Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A, Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, seperti dilansir muhammadiyah.or.id, (01/08), semangat Al Qur’an adalah menggunakan hisab.


Guru Besar Hukum Islam Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengutip ayat “Matahari dan Bulan beredar menurut perhitungan” (QS Arrahman: 5).


“Ayat ini bukan sekedar menginformasikan bahwa Matahari dan Bulan beredar dengan hukum yang pasti sehingga dapat dihitung atau diprediksi, tetapi juga dorongan untuk menghitungnya karena banyak kegunaannya,” tandas Syamsul.


Lantas mengapa Rasulullah Saw menggunakan rukyat? “Menurut Rasyid Ridha dan Mustafa AzZarqa, perintah melakukan rukyat adalah perintah ber-illat (beralasan). Alasan perintah rukyat adalah karena umat zaman Nabi masih ummi, tidak kenal baca tulis dan tidak memungkinkan melakukan hisab,” imbuhnya menerangkan.


Mengikuti kaidah fiqih, demikian Syamsul, hukum berlaku menurut ada atau tidak adanya illat. Jika ada illat, yaitu kondisi ummi sehingga tidak ada yang dapat melakukan hisab, maka berlaku perintah rukyat. Sedangkan jika illat tidak ada (sudah ada ahli hisab), maka perintah rukyat tidak berlaku lagi.


Selain itu menurut dia, jika mengandalkan rukyat, umat Islam tidak bisa membuat kalender. Pasalnya metode rukyat tidak dapat meramal tanggal jauh ke depan, karena tanggal baru bisa.


“Rukyat tidak dapat memberikan suatu penandaan waktu yang pasti dan komprehensif sehingga tidak dapat menata waktu pelaksanaan ibadah umat Islam secara selaras di seluruh dunia. Karena itu, di dunia internasional muncul seruan agar kita menggunakan hisab dan tidak lagi menggunakan rukyat,” tandas Syamsul.


Ia menyitir rekomendasi Temu pakar II untuk Pengkajian Perumusan Kalender Islam (Ijtima’ al Khubara’ ats Tsani li Dirasat Wat Taqwimal Islami) tahun 2008 di Maroko, “Masalah penggunaan hisab: para peserta telah menyepakati bahwa pemecahan problematika penetapan bulan Qamariah di kalangan umat Islam tidak mungkin dilakukan kecuali berdasarkan penerimaan terhadap hisab dalam menetapkan awal bulan Qamariah, seperti halnya penggunaan hisab untuk menentukan waktu-waktu shalat.”


Perihal pendekatan wujudul hilal, Syamsul berpedoman pada Qs. Yasin: 39-40, “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”

sumber : http://lazuardibirru.org//


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: